Sehat Banget

February 14th, 2008 by inzamliyah

Alhamdulillah, hari ini aku sehat banget. Gak ada kepala berat dan kayak ditusuk-tusuk. Gak ada rasa mual gak enak. Gak ada rasa males. Gak ada rasa berat bangun tadi pagi. And the best is, gak ada kedinginan dan demam tadi malem. Padahal udah siap banget tidur dengan jaket tebal. Tapi malah keringetan. Jadilah semalam aku tidur normal.

Sehat emang menyenangkan ya… Semoga ini terus bertahan ampe besok-besok deh. Soalnya besok MO KE BROMOOOOOOOOOO.

Cinta Abadi: Adakah?

November 26th, 2007 by inzamliyah

lagi dengerin: mengenangmu- by Kerispatih

….
biarlah kusimpan
sampai nanti aku
kan ada disana
tenanglah dirimu
dalam kedamaian
ingatlah cintaku
kau tak terlihat lagi
namun cintamu abadi…….

manis, sedih, dan tragis. Itu gambar sebuah cinta yang abadi. Tapi bisakah menyimpan cinta sepanjang masa? abadi? tak lekang oleh waktu?

entahlah

teoriku: kalau belum sempat hidup bareng, sepertinya cinta abadi lebih mungkin ada. alasannya: karena masing-masing belum sempat menemukan "kebenaran karakter"  pasangan. Jadi tau kan kenapa "kasih yang tak sampai" itu semakin terasa dalem? coba aja mereka udah sempet nikah, hidup bareng, dan gak punya duit sementara anak-anak butuh susu ato minta jajan. Ato situasi dimana rumah berantakan sementara ada salah satu pihak yang lebih asyik nonton TV sementara pihak yang lain bekerja keras membereskan rumah.

Wink ilustrasinya negatif banget ya? Tapi jujur aja deh, dalam situasi kayak gini, berasa gak bahwa cinta yang abadi tuh ada? Temenku malah dengan ekstrem bilang gini "wah kalo dalam situasi gini, cinta udah gak berasa lagi deh"… Hahahahak… najos yah

Jadi yah, eternal love ain’t work in real life babe.. it only exist in love song or romantic novel and movie.

The one that work better is eternal pain in trying to understand each other.

HUH

hidupku belakangan ini

October 31st, 2007 by inzamliyah

setiap hari dalam minggu lalu:

  • nyampe rumah sekitar jam 9.30-10.00 malem
  • ngobrol and makan ato ngapain aja deh sama Zai
  • nonton sinetron gak mutu (pasti pilihan ku) ato acara metro tivi (pilihan zai yang selalu kuprotes)
  • mandi
  • mulai ngoprak-oprak Zai untuk segera siap-siap tidur secara dia musti kerja pagi-pagisekali. jam 6 musti udah on the road. kadang kasian juga sih, tapi hidup memang kadang gak adil buat sebagian orang :-).
  • sambil terus ngingetin mulai dari dengan cara halus sampai ke rada halus :D aku ngeluarin laptop, nancep-nancepin kabel, ngeluar-luarin referensi dan mulai khusuk mencari inspirasi untuk nyiapin "titik-titik bicara" alias talking points untuk kerjaan sampingan. Dan sebelnya ternyata laptop-ku erorejring. Gak bisa dipake buat ngetik. reseeeeeeeee. rasanya pengen ngamuk. akhirnya selama 2 jam kemudian instead of mulai nyusun modul yang dibutuhkan aku malah sibuk ngutak-atik cara bagaimana membuat laptop ini bisa berfungsi dengan baik lagi. dan seperti biasa , aku  gatot.
  • putus asa dan memutuskan tidur juga
  • dan besokannya siklus ini terjadi lagi

sepanjang minggu ini

  • berhasil meminta pak budi, tehnisi (ato teknisi?) langganan, untuk beresin laptop. dan ternyata, menurut beliao, masalahnya ada pada lisensi office-nya yang udah habis. baru tau loh kalo ada gini-ginian. kirain mah program itu bakalan satu untuk selamanya gitu :-(
  • selama 3 hari ini di kantor mesti ngubrek-ubrek file dan dokumen program 2004 soalnya bos minta beberapa data penting untuk dijadikan bahan pengajuan proposal program yang sama di 2009. kerjaan ini bikin aku stress. bayangin aja di tahun 2004 itu aku kerja gak sendiri. aku kerja dengan 4 orang anggota tim yang lain. kita berbagi wilayah. masing-masing anggota tim punya file sendiri-sendiri. pas karena sesuatu dan lain hal pada keluar kerja, ya keluar aja. ninggalin sih beberapa file, tapi gak lengkap. dan aku terlalu ribet untuk menginventarisir semua. secara aku juga jelek di pengarsipan gitu. dan sekarang tinggal aku sendiri yang tersisa dari masa lalu itu. tinggal aku sendiri yang dulu pernah megang program itu. I’m suppose to have all the documents, but I don’t. Cara shortcut udah kulakukan, yaitu dengan cara nelpon partner di daerah yang bersangkutan. tapi masing-masing mantan koordinator menyampaikan data yang berbeda. oh my… dan karena ini bukan wilayah dampinganku pas 2004 lalu ya jadinya aku gak terlalu ngerti harus gimana. padahal jadwal meeting siang ini. mampos gak seeeh..
  • dan seperti minggu lalu juga, setiap malam setelah ritual nonton tv-mandi-ngoprak-oprak zai untuk tidur aku bisa melanjutkan usaha nyari inspirasi lagi. dapet sih, tapi prosesnya lambat banget :-(. sebenernya semua udah di kepala,  artinya kalo aku hari ini disuruh langsung beraksi di dalam kelas, bukan takabur ya, tapi Insya Allah udah bisa meleading sesi ini. Meskipun emang lancar ato tidaknya tergantung dinamika kelas dan partisipasi pesertanya ya. tapi in the minimum standard, I think I can make it. nah persoalannya adalah koordinator program ini mensyaratkan aku untuk juga membuat flow sesi trus mendiskusikan dengan dia. biar lebih oke lagi. dan aku setuju. cuma masalahnya adalah menuangkan bahasa lisan dan ide dalam bentuk tulisan itu gak mudah kan. terutama kalo ini menyangkut instruksi tugas, pertanyaan, dan rencanaku memandu sesi nantinya. rada ribet aja.
  • dan karena itu semau aku harus rela tidur setiap after midnite
  • dan hasilnya aku ngantuk setiap hari

hoahm… kayaknya gak harus segini-gininya ya punya kerjaan sampingan itu. tapi ya udahlah dinikmati aja.. "ayo za, pikirin honornya aja deh", itu selalu kalimat penyemangatku. dasar emang cewe matre :-)

Lingkaran Mimpi

September 24th, 2007 by inzamliyah

hari ini pengen ini
trus besok pengen itu
trus besokannya lagi pengen ntu
nah minggu depan pengen nyang onoh

ih males banget
berhubungan dengan keinginan
yang terus tak berkesudahan
tapi emang ada gitu yang keinginannya mampet
gak lagi ngalir

mimpi itu manusiawi
ingin itu bagian angan
but be ready
when reality bites
ouch
it’s sooo painful

Kunang-kunang

September 7th, 2007 by inzamliyah

ada yang ingat
kapan terakhir liat kunang-kunang?
binatang kecil cantik itu
mungkin tlah hilang
karna seingatku
aku melihatnya terakhir kali sekitar tiga atau empat tahun lalu
di balik panggung terbuka
dimana sendratari Ramayana dipentaskan
indah
cantik
di tengah kegelapan siluet candi Prambanan
titik-titik cahaya yang berpendar itu menari
rasanya seperti terserap
rasanya seperti tak nyata
rasanya seperti tak terkata

jadi ada yang masih ingat
kapan terakhir kali melihat mereka?
kalau kalian melihatnya
sampaikan salamku ya
katakan
aku ingin bertemu dengannya
karna aku ingin lagi rasakan
rasa yang terserap
rasa yang tak nyata
rasa yang tak terkata

Sepeda, Kamera, dan N-73

September 6th, 2007 by inzamliyah

Udah lama aku pengen punya sepeda. Sepeda onthel aja. Bukan yang laen. Rina sempet nanya, buat apa? waks buat apa.. pertanyaan tidak penting :-). Dengan becanda aku bilang, buat jualan sayur. Hahaha. Ya gak buat apa-apa. Pengen aja. Sepeda yang ada keranjangnya di didepan. Somehow kayak gadis-gadis di tapal batas jaman dulu. Dengan rok berlipit2. Rambut tertiup angin. Blus panjang putih. Sepatu Bata (udah ada belum ya?). Bersenda gurau di jalanan di tepi sawah. Ceileh.. kok jadi kayak film tahun 70 an ya.

Trus yang kedua, aku pengen punya kamere digital. Sebenarnya aku bukan penyuka gadget alias alat-alat elektronik semacam itu. Alasannya sederhana. Pertama aku gaptek. Kedua harganya pasti mahal. (mohon dicatat bahwa harga diatas 150,000 itu sudah termasuk mahal). Tapi lalu aku tertular penyakit banci foto dan narsis dot com. Selama ini semua lumayan terpenuhi dengan nebeng kamera teman-teman seperjalanan. Tapi kok dalam perjalanannya ternyata banyak foto-foto diri yang (menurut ukuran subyektifitas-ku sangat cantik dan ciamik) tak tersimpan di kompiku karena si empunya kameradimanafotokuberada tak berkenan mengirimkan hasil jepretannya padaku. Jadilah aku nelangsa. Maka sedikit demi sedikit keinginan untuk memiliki kamera itu membahana. *ampun deh gaya bahasaku*. Tapi untuk sementara keinginan itu cukup hanya tersimpan di dada karena faktor harga yang gak bersahabat. Meskipun demikian, aku rajin sekali menyambangi gerai kamera digital setiap kali aku ke hypermart, ato toko serba ada lainnya. Dengan tak bosan-bosannya aku akan memandangi deretan kamera yang nampak cantik jelita itu. Dan yang kubisa hanya mengelus dada dan menelan ludah. *cegluk*

Sebenernya awal tahun ini sempet hampir tergoda untuk membeli hampir 5 kali, termasuk ketika aku nonton (kenapa nonton ya– kok bukan mengunjungi?) PRJ. Dua kali aku kesana, dua kali itu pula aku menghabiskan waktuku untuk memandangi dan mencoba-coba si kamera. Tapi tetap tak sampai hati untuk menggesekkan kartu kreditku. Tak sampai hati aku membayangkan bebanku membayar tagihan nanti. Ih sebel.

Tapi semalem, akhirnya penantianku berakhir sudah. Halah hiperbolik banget. Gak sengaja aku liat si cantik kodak seharga 1,299 juta dengan resolusi (bener gak sih istilahnya) 6 koma sekian mega pixel dan udah ada anti getarnya, bertengger di display counter kamera di electronic solution Plangi. Sebenerya yang pertama namplok mata ya harganya lah. Secara sejuta lebih dua ratus gitu. Gak ada kan yang segitu. Tapi sebenernya sempet kumbak kambek sih. Gak yakin. Beli gak beli gak beli gak. Udah siap mo beli. Eh trus mikir, kenapa atuh gak dipake aja buat beli mesin cuci secara itu lebih penting. Ato kenapa atuh gak dipake buat beli lemari. Secara itu lebih dibutuhin buat nyimpen segala macem gombalan dirumah itu. Ato  bahkan kasur. Secara kasur di rumah udah tidak manusiawi lagi. Somehow beli kamera itu melanggar rasa keadilanku. Tapi kok ya aku pengeeeeeeeen banget.
Emang beda sih pengen dan butuh itu. Seringkali kita memang menginginkan sesuatu yang gak kita butuhkan. Manusia banget sih.

Akhirnya aku butuh peneguhan dari Zai. Dia yang meyakinkanku untuk beli kalo ada duitnya. Toh emang udah lama pengennya. Dia meyakinkaku kalo barang itu bagus dan murah. Dan akhirnya aku menyerah. Kalah pada pesona kodak itu (aku gak tau tipenya). Ih akhirnya aku punya kamera digital. Yippiyey. Sepanjang malem Zai terus meledekku. "Cie…. yang punya kodak baru". Gitu katanya. Sampai tadi pagi. Hehe. Seneng sih. Banget.

Ini nih ya daftar perolehanku yang meyakinkanku bahwa aku gak rugi dengan membeli kamera seri ini:

  • dapet memory card 1 GB (1 Giga bow… can you imagine, aku sih nggak hehe tapi aku tau itu bisa nyimpen foto banyak banget deh)
  • dapet batre rechargeble plus alat recharge-nya
  • dapet cash back 200,000
  • dapet voucher 100,000
  • dilayani sama petugas yang ganteng dan ramah
  • sambil diajarin dan dijelasin produk itu aku bisa mijit refleksi gratis pake alat yang kalo di mall lain musti bayar goceng 15 menit

Dan hari ini aku menguji coba kamera itu di kantor. Hasilnya benar-benar luar biasa. Menurutku loh yang bukan pakar perpotoan. Pokoknya mah asyik euy.

Trus yang terakhir yang sekarang ini sedang sangat mengganggu ketenangan hidupku adalah keinginanku untuk memiliki henpon baru bermerk Nokia dengan type N. Tadinya sempet kepikir untuk beli N-70, tapi minggu lalu iseng-iseng aku jalan2 ke PTC dan nanya2 hp bekas. Pas liat N-73 aku langsung jatuh cinta. Tapi lagi-lagi maju mundur gitu. Aku gak yakin sama kemampuanku dalam menilai benda-benda semacam ini. Jadi kuputuskan untuk menunda dan bertanya pada ahlinya (kok jadi inget materi kampanye salah satu kandidat gubernur dki sebulan yang lalu ya..). Tanya punya tanya ternyata henpon jenis ini masih suka lemot. Walah jadi bingung aku. Tapi kok sekarang jadi gak semenggebu-gebu kemaren ya soal hendpon itu. Apa ini indikasi bagus ya?

Hari Minggu

August 27th, 2007 by inzamliyah

Minggu kemaren aku habiskan waktu di rumah sepagian sampe sore. Memanjakan diri dengan tidur sampe puwas. Bangun pas jam menunjukkan pukul 11.35. Huahm bener-bener hari yang nikmat. Zai ke pabriknya. Ada pengajian. Dia ngajak sih. Tapi aku bilang badanku benar-benar butuh tidur. Jadilah dia membiarkanku memanjakan diri. Meskipun belakangan aku tau kalo dia harus memberi alasan ke teman-temannya soal ketidakhadiranku dengan berkata kalo aku kuliah. Hihi dasar pembohong. Pas aku protes kok bohong, dengan entengnya dia bilang "masak aku bilang ke mereka kalo kamu tidur sih.. gak banget deh". Loh apa salahnya dengan tidur? gak ngerti aku. Mungkin dia malu kali ya karena istrinya pemalas. Mungkin dia gak pengen orang lain tahu bahwa istrinya gak mau diajak ke pengajian karena lebih memilih tidur. Tapi sekali lagi pertanyaannya adalah "emang kenapa dengan tidur?". Gakpapa kan? Gak dosa kan? Gak jelek kan? ih aneh…

Trus abis itu masak spagethi. Soalnya udah janji ama Mar. Ibu hamil sebelah rumah. Kalo untuk yang udah biasa masak, mungkin proses bikin spagethi itu guampang banget. Cukup rebus mie spagethi, trus bikin saosnya. Udah. Beres. Tapi berhubung aku agak gak menguasai panggung perdapuran, jadilah kacau. Ngrebus mie-nya,  ato pasta deh oke aku tau itu nama internasionalnya, sih beres. selesai dalam waktu sekitar 15 menit. Meskipun gak yakin juga gimana nandain tuh mie matengnya kayak apa selain dengan cara tradisional memencet dan menelan lembarannya (primitif banget yak). Pokoknya once rasanya udah oke, alias gak berasa mentah, it means udah mateng. Bener kan? Nah yang agak ribet pas bikin sausnya. Semua bumbu pendukung yang notabene cuma bawang putih plus bawang bombay udah siap, eh lakok pas lagi menggongseng alias menyangrai para laskar bawang itu baru inget kalo sang daging belum dikeluarkan dari freezer. Wah alamat. Dan bener aja. Perjuangan untuk memecahkan bongkahan daging cincang yang membeku gak mudah ternyata. Meskipun udah digebuk2 pake pengulek batu tetep aja gak pecah. Akhirnya direbuslah itu daging. Berhasil sih. Malah mateng sekalian. Hehe. Jadi proses untuk membuat saus agak lebih cepat karena daging sudah mateng karena direbus. Well, ini mungkin hikmah dibalik kelupaan menyiapkan daging in the first place. :-). Akhirnya usaha yang luar biasa itu terbayarkan ketika sang penikmat mengatakan bahwa spagethi buatanku cukup lumayan enak. Gak sering loh aku dipuji karena masakanku.

Trus sorenya berenang. Saking semangatnya, aku lupa kalo sudah sekitar 3 minggu sejak aku terakhir kali berenang. Dan hasilnya sampai hari ini semua otot dan persendianku jadi malah sakit. Nyeri. Apalagi kalo dingin. Kayaknya cidera otot deh. Huh sok olahragawati sih. Hasilnya gini deh.

Ke PRJ

July 11th, 2007 by inzamliyah

"sesungguhnya, kita selalu ingin menjadi kanak-kanak….."

minggu lalu dua kali aku ke PRJ alias Jakarta Fair alias Gambir Expo. Dan kesemuanya kunikmati dengan kegembiraan tiada tara. Entah kenapa. mungkin karena menjadi dewasa itu kadang melelahkan. atau mungkin bergembira dengan naik kereta seharga 2,000, membeli mogi-mogi, makan kerak telor, jalan dari satu stand ke stand lain, melihat kembang api yang muncrat (bukan yang kecil yang cuma bisa disangkutin di pohon :P) adalah kebutuhan esensial dari setiap manusia? entahlah.

sungguh, akupun heran dengan kelakuan norak kami. bayangin aja, demi untuk mendapatkan tempat duduk di kereta yang memutari area PRJ, aku dengan semangatnya ngejar-ngejar kepala kereta supaya bisa dapet tempat duduk paling depan. yola dengan gegap gempitanya menggencet anak kecil yang duduk di sebelahnya- sampe bikin si ibu tereak histeris "anak gw tuh.. woy anak gw tuh, jangan digencet" tapi yola tetep cuek bilang ke zai "om…om… duduk sini nih, kosong" kosong dari hongkong, ketauan ada kepala anak kecil disebelahnya. hahahahk. ida tereak-tereak, mbak lilis dengan senyum manisnya tapi juga heboh, dian berusaha bergeser sambil tetep ketawa heboh, tapi tetap saja gak ada space yang cukup untuk kami berenam, zai dengan bingungnya mondar-mandir naik-turun kereta, dalam usaha nyari tempat duduk yang nyaman. meskipun tetap gak dapet juga. bener-bener gokil. belum lagi dengan kampungnya kita maksa berfoto-foto di dalam kereta yang lalu karena ketidakpuasan dilanjutkan berfoto di depan kereta. penting banget gituh. cuma supaya ada bukti nyata, bahwa ada perjuangan dan pengorbanan yang tiada tara untuk naik kereta itu. halah.

tapi all in all apa gunanya juga mempertanyakan "rasa gembira" bukan? rasa itu hanya berhak untuk dinikmati, dan bukan dipertanyakan.

jadi ayo ke PRJ.. (lagih? o em ji…)

kangen band

June 30th, 2007 by inzamliyah

pernah liat grup musik yang namanya Kangen Band gak? lagu-lagunya lumayan asyik sih sebenernya. aku suka liriknya. ada yang lucu juga sih, soalnya di liriknya diceritain kalo dia cinta banget sama seseorang jadi rela menunggu bahkan kalaupun hanya jadi kekasih gelap. walah. belum ngerasain gak punya duit trus gak punya beras sih, jadi bisa ngomong hal-hal gombal kayak gitu ya. but anyway, aku gak sedang pengen bicara soal lirik lagunya tapi lebih pada soal dandanan mereka. kenapa atuh vokalisnya tuh rambutnya kriwis2, seolah-olah dengan dikriwis gitu dia bakalan kayak bintang film taiwan ato korea gitu. eh mas kalo boleh usul nih ya, gimana kalo mas dandan biasah aja. gak usah pake gitu. pasti lebih ganteng deh mas.

nightmare

June 29th, 2007 by inzamliyah

kalo ditanya apa mimpi buruk dalam hidup, maka aku bisa bilang banyak. ada yang beneran mimpi buruk dalam arti harfiah. jadi lagi tidur trus mimpi entah ibu kenapa2, ato ketemu sodara2 yang udah meninggal, ato dikejar2 hantu ato ketemu mahluk yang nyeremin dalam tidur. that’s a real nightmare. tapi ada juga mimpi buruk yang gw alami pas gw melek. pagi hari. siang bolong ato bahkan sore-sore. yang pertama adalah pake baju pink dengan dalaman warna putih trus pake hiasan taman bunga wiladatika cibubur di kepala. asli aku trauma banget jadi pengantin, kalo dandanannya gitu :-P.  trus yang kedua ya itu tadi seperti yang aku ceritain di postinganku kemaren, nari serampangan.

bayangin aja nari serius, di depan hampir seratusan penonton, dengan kebaya pinjaman, dan koordinasi kaki dan tangan yang berantakan benar-benar a real nightmare for me. gile aje, gak ada yang inget gimana gerakannya sama sekali. aku jadi bahan ketawaan semua orang. malu banget. dari awal aku udah pengen lari, gak ikutan, ato ngumpet. tapi kok rasanya pengecut banget. trus aku mikir, what can be worst selain diketawain sampe bego. tapi pas beneran kejadian aduh sedih banget. beneran serius. bagaimanapun aku tetep pengen bisa tampil bener. gak usah bagus-lah, yang penting bener. tapi ternyata menari memang bukan jiwaku.

ini komentar orang terhadap tarianku:

A: "hehe mbak zi lucu banget. salah molo. tapi aku salut sama ke-pede-annya, bisa gitu loh salah tapi tetep aja ketawa ngakak pas di depan umum"

reaksiku: "eh situ okeh, bukan pd kalee. terpaksa. gak punya pilihan lain lagi. lah udah di depan umum gitu masak aku disuruh nangis ato lari pulang. ya udah pasrah aja. kalo bisa ambles di bumi saat itu juga mah ya akan kulakukan"

I: "you are so funny. it’s entertaining seeing you moving so messy but keep manage to laugh out loud. yang nari serius2 malah nakutin. I had a great laugh out there"

T:"ih gile ye mbak izzah, harusnya tangannya gini tau"

L:"ih gile ya lu tuh mbak, bisa gitu salah total tapi tetep aja ketawa"

RP:"thank you for the dance, but I think I forgot to teach you which one is right hand and which one is left one"

DO:"ih gakpapa lagi juga biarpun jelek, but you are the star….."

IP:"ah udahlah neng gapapa lagi cuma diketawain ini, ntar juga seminggu lagi neng udah lupa. tapi kalo yang nonton mah bakalan inget seumur hidup kali yah hahhaha"

well, it’s good to make others laugh tapi kalo objeknya tentang ketololan diri sendiri kok ya rada sakit ya di hati. apalagi kalo diinget usaha kerasku untuk latihan sampe kaki pegel-pegel dan mengalahkan segala rasa malas dan gak mood. rasanya diketawain bukan hasil yang ingin kucapai deh…

mungkin mudah buat orang lain untuk bilang, udah sante aja zi, semua orang juga salah-salah kok. tapi sampe kemis paginya aku masih tetep ngerasain hatiku gak enak banget. ahkan sampe hari ini. no matter how hard I try to accept it. no matter how hard I try to not cry over a split milk. masih aja ada rasa nyesel mau nurut diajakin nari atas nama solidaritas. masih mikir, if only I could turn back the time…

if only…………